
Kabarangkringan, Klaten – Viral di medsos, rombongan emak-emak yang membawa pentungan membubarkan konvoi motor berknalpot brong di objek wisata Rawa Jombor, Klaten.
Sebagaimana video peristiwa itu diunggah di akun Facebook Info Cegatan Klaten (ICK).
Bersama para pemuda sekitar, emak-emak yang geram akibat suara bising motor, menghadang konvoi motor anak-anak muda menggunakan knalpot brong di Rawa Jombor, desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten.
“Info rowo jombor pagi ini dulur, rombongan motor blong yang menganggu dihadang warga sekitar,” tulis postingan tersebut, pada Minggu (9/3/2025).
Postingan itu menayangkan dua video berdurasi sekitar 15 detik. Video pertama terlihat beberapa emak-emak, satu di antaranya membawa pentungan bambu mengejar konvoi motor.
Emak tersebut tampak jengkel dengan kelakuan anak-anak muda yang membuat bising. Di depan emak-emak itu ada sejumlah pria yang juga mengejar sambil membawa batang bambu disusul mobil patroli Polsek mengejar dibelakangnya.
Di video kedua, warga berkumpul di tepi jalan raya kawasan rawa jombor. Mereka menyoraki beberapa orang yang dibawa mobil Polsek saat melintas di lokasi.
Salah seorang warga bernama Ali menceritakan, peristiwa itu terjadi Minggu (9/3/2025) pagi. “Tadi pagi ada sejumlah gerombolan anak muda muter rowo pakai knalpot brong digeber-geber. Jadinya warga terganggu,” kata Ali.
Menurut Ali, motor yang berdatangan sejak sekitar pukul 05.00 WIB itu awalnya didiamkan warga. Namun semakin lama jumlahnya semakin banyak.
“Sempat didiemin warga sekitar, dikira berhenti malah tambah banyak lalu warga sekitar geram dengan ulahnya. Kemudian warga diajak untuk menghadang para pemotor tersebut,” jelas Ali.
Warga yang menghadang, ungkap Ali dari tiga dusun sekitar rawa. Sepeda motor yang dikendarai brong itu ada banyak jenisnya.
“Banyak jenis motornya dan orang luar, ada yang tertangkap Polsek Bayat juga. Warga berharap tidak terulang karena sangat mengganggu,’ tambah Ali.
Dimintai konfirmasi, Kapolsek Bayat Iptu Heri Wibowo menyampaikan ada dua pengendara motor brong yang diamankan. Heri menyebut saat kejadian sebenarnya patroli rutin juga dilakukan.
“Saat kejadian kita sedang patroli sehingga hal lainnya bisa dicegah, dua diamankan. Masyarakat diimbau tidak menggunakan knalpot brong ke rawa karena mengganggu, dan kita setiap hari juga patroli rutin ke lokasi,” tegasnya. (st)