PNG

Menyajikan Berita Tepat Akurat Dan Terpercaya

April 26, 2026
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.
Dir Reskrimmum Polda DIY, Kombes Pol Fx Endriadi saat menyampaikan kasus pembakaran 3 gerbong kereta api di stasiun Tugu Jogja, Jumat (14/3/2025) di Mapolda DIY, Sanggrahan, Condongcatur, Depok, Sleman, DIY. Foto: Hadid Husaiji

PT KAI mengungkapkan bahwa pembakaran tiga gerbong yang terparkir di Jalur 6 Stasiun Tugu Jogja oleh seorang pelaku berinisial M (17) pada Rabu (12/3/2025) menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp6,9 miliar.

Deputi EVP PT KAI Daop 6 Jogja, Nugroho Dwi Sasongko, mengungkapkan bahwa kerugian tersebut mencakup kerusakan parah pada bagian interior gerbong, termasuk kursi, bore desk atap, dan rangka ringan yang terbakar.

Sasongko juga mengonfirmasi pernyataan Dir Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol FX Endriadi, yang menyebutkan bahwa pelaku memiliki motif sakit hati terhadap PT KAI karena sering diturunkan dari kereta.

Tindakan pelaku terhadap PT KAI bukanlah yang pertama kalinya, karena sebelumnya sudah ada beberapa kejadian yang membuat PT KAI berurusan dengan pelaku, yang dimulai sejak 2022. “Kami mencatat sudah ada 9 kali pelanggaran terkait ketidakberadaan tiket,” kata Sasongko dalam konferensi pers di Mapolda DIY, Jumat (14/3/2025).

Beberapa peristiwa sebelumnya yang mencuat, seperti aksi vandalisme dan pengganjalan kereta dengan balok di Bekasi, serta pencurian motor di Stasiun Palur, disebut oleh Sasongko sebagai pemicu pelaku melakukan tindakan tersebut.

Terkait tiga gerbong yang terbakar, Sasongko mengungkapkan bahwa perbaikan akan dilakukan di Balai Yasa, sementara pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari Polda DIY karena gerbong tersebut masih berada dalam garis polisi.

Meskipun demikian, Sasongko menegaskan bahwa peristiwa pembakaran ini tidak akan mengganggu pelayanan PT KAI Daop 6 Jogja, dan keamanan penumpang selama masa mudik Lebaran tetap terjamin. “Untuk mudik, tidak ada masalah, karena ini hanya melibatkan kereta cadangan yang bisa dibantu dari Daop lain,” ujar Sasongko.

Sebelumnya, Kombes Pol FX Endriadi mengungkapkan hasil penyelidikan terkait pembakaran tiga gerbong pada Rabu (12/3/2025), yang dilakukan oleh M, seorang pelaku asal Jakarta. Berdasarkan hasil identifikasi forensik, rekaman CCTV, dan penyelidikan di lapangan, pelaku diketahui memiliki motif sakit hati terhadap PT KAI.

Endriadi menjelaskan bahwa pelaku, yang merupakan penyandang disabilitas sensorik, merasa diperlakukan kurang layak oleh PT KAI karena sering kali diturunkan dari gerbong, baik pada tahun 2023 maupun 2024. “Hal ini menimbulkan rasa sakit hati, yang akhirnya mendorong pelaku untuk membakar tiga gerbong tersebut,” tambahnya. (Hus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *