PNG

Menyajikan Berita Tepat Akurat Dan Terpercaya

April 29, 2026
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja melakukan simulasi Early Warning System (EWS) otomatis yang terpasang di 9 titik mulai dari Sungai Winongo, Code hingga Gajah Wong pada Kamis (13/2/2025).

Dengan dipasangnya EWS di beberapa titik di sungai, menurutnya menjadi sebuah kewajiban untuk mengantisipasi berbagai ancaman bencana banjir. Pemasangan EWS tersebut menurutnya menjadi komitmen pihaknya dalam melakukan penanggulangan kebencanaan.

9 EWS tersebut merupakan merupakan tambahan dari 17 titik yang sudah ada. Sehingga, total ada 26 EWS otomatis yang ada di Kota Jogja yang terpantau melalui ruang Pusdalops BPBD Kota Jogja.

Kepala BPBD Kota Jogja, Nur Hidayat menyampaikan 3 titik EWS di Sungai Winongo berada di beberapa kampung antara lain Gampungan (Pakuncen), Serangan (Notoprajan), Suryowijayan (Gedongkiwo).

Sementara untuk di Sungai Code berada di Kampung Ledok Tukangan (Tegal Panggung, Jagalan Beji (Purwokinanti), Mulyorejo (Sorosutan). Untuk Sungai Gajah Wong berada di Kampung Gendeng (Baciro), Balirejo (Muja-muju), Tegalgendu (Prenggan).

“Ini kita buat tahun ini dan ini sudah selesai. Uji coba kali ini peralatanya, kemudian situasi sekarang siaga juga memasuki darurat hidrometeorologi. Itu dimungkinkan ancaman banjir, maka ini kita tambahi dengan adanya EWS,” katanya saat diwawancara.

“Peralatan tadi kita uji coba kan mengerti dan memahami dan bisa memanfaatkan. Sekaligus mengecek apakah peralatanya layak atau tidak. Dengan peringatan dini wajib dihadirkan karena itu sangat efektif untuk mencegah terjadinya korban,” imbuhnya.

Ia menyampaikan jika BPBD memiliki posko pantau banjir mulai dari Ngentak (Sleman) yang dilengkapi dengan telemetri untuk mengukur debit air yang melewati sungai. Jika air yang melewati telemetri telah melewati batas ketinggian maka akan terbaca oleh sistem dan masuk sebagai sinyal yang ada di Pusdalops yang mengendalikan EWS agar membunyikan sirine.

“Kita juga mensosialisasikan kepada masyarakat terkait EWS agar masyarakat menjadi paham dan bisa memanfaatkan guna menghadirkan kesiapsiagaan,” katanya. (Hus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *