
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan oleh perusahaan tekstil PT. Sritex patut menjadi sinyal kewaspadaan ketidakpastian sebuah perusahaan yang telah berdiri cukup lama bisa terus bertahan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Gustan Ganda menyampaikan jika industri yang ada di Sleman dalam keadaan aman.
Ia menyebut hingga beberapa waktu belakangan tidak ada perusahaan di Bumi Sembada yang melakukan pemutusan hubungan kerja yang masif.
“Jadi Sleman sejauh ini industrinya dari yang kita cermati masih aman, tidak ada pengurangan tenaga kerja,” katanya saat wawancarai pada Rabu, (5/3/2025).
Kendati begitu, pihaknya tidak memungkiri jika pada beberapa waktu lalu sebuah perusahaan tekstil milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) hal ini PT Primissima sempat runtuh dan melakukan PHK kepada seluruh karyawannya. “Itu sudah lama (PHK Primissima). Maka dari itu saya sampaikan itu tadi, industri kita juga tergantung dengan perekonomian nasional,” katanya.
“Meskipun kita akui kita gagal melindungi industri tekstil kita (PT Primissima) yang sebenarnya di Sleman sudah cukup lama itu, Kemudian sekarang industri nasional yang cukup besar Sritex (pailit),” katanya.
Ia menyampaikan bahwa kondisi tersebut seharusnya bisa diantisipasi oleh pemerintah dan memberikan terobosan untuk melindungi industri-industri yang ada. “Bersaingnya iya, tapi harga juga menentukan,” ujarnya.
Gustan juga menyampaikan saat ini Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Sleman telah dimaksimalkan untuk bisa mengikuti kondisi pekerjaan sesuai tuntutan zaman.
Melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman berupaya menciptakan SDM yang unggul dan up to date seperti desain grais dan Artificial Intelegence (AI).
“Jadi kemarin salah satu evaluasi kita tentang tenaga kerja di Sleman harus upgrade. Jangan yang dilatih hanya memasak, menjahit dan bangunan,” katanya.
Terkait Artificial Intelligence menjadi salah satu yang dipersiapkan melalui BLK Disnaker Sleman.
Disnaker disebutnya tengah mencari dan mempersiapkan mentor untuk bisa mengembangkan SDM di Sleman untuk bisa berkiprah dalam dunia kecerdasan buatan.
Pemerintah disebutnya sedang berupaya untuk melihat minat masyarakat untuk bisa dikembangkan lebih jauh melalui pelatihan kerja.
“Pelatihan ini kan sangat bermanfaat, tapi kan juga tergantung dari minat masyarakat. Kita mampu tidak menyediakan itu?di situlah kita harus membaca,” katanya.
Gustan menambahkan, salah satu nilai lebih di Kabupaten Sleman yang menjadi daerah dengan peringkat paling tinggi secara nasional.
Oleh karena itu dirinya mengapresiasi program dari Bupati Harda Kiswaya dan wakilnya, Danang Maharsa yang memiliki program untuk menciptakan 1 keluarga miskin 1 sarjana. “Ini luar biasa guna mengembangkan manusianya di pendidikan. Supaya SDM di Kabupaten Sleman memang berdaya saing,” katanya. (Hus)