PNG

Menyajikan Berita Tepat Akurat Dan Terpercaya

Mei 5, 2026
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wiroatmodjo dan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti saat mengunjungi Kantor Pos Babarsari, Sleman, Jumat (21/3/2025). Foto: Hadid Husaini

Yogyakarta – Sejumlah pejabat kementerian mengunjungi Kantor Pos Babarsari, Sleman, DIY, pada Jumat (21/3/2025) untuk memantau operasi pasar murah menjelang Lebaran. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menstabilkan harga bahan pokok selama bulan Ramadan dan Idul Fitri.

Pejabat yang Hadir dalam Operasi Pasar

Dalam kesempatan ini, hadir sejumlah pejabat penting, di antaranya:
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo
Direktur Utama Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi

Daftar Harga Komoditas dalam Operasi Pasar

Operasi pasar ini menyediakan sejumlah bahan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Berikut daftar harga beberapa komoditas utama:

📌 Daging ayam ras beku – Rp29.000 per ekor
📌 Gula pasir – Rp15.000 per kilogram
📌 Bawang putih – Rp29.000 per kilogram
📌 Beras SPHP zona II – Rp12.300 per kilogram
📌 Beras SPHP zona III – Rp12.600 per kilogram
📌 Daging kerbau beku – Rp75.000 per kilogram
📌 Minyakita (minyak goreng) – Rp14.700 per liter

Target Operasi Pasar di Berbagai Daerah

Menurut Wamendag Dyah Roro Esti, hingga saat ini sudah 3.824 titik operasi pasar dari target 4.000 titik telah terealisasi. Untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sendiri, terdapat 78 lokasi outlet yang berpartisipasi dalam program ini.

“Operasi pasar ini memberikan alternatif bagi masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama menjelang Idul Fitri,” ujar Dyah Roro Esti.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa stok bahan pokok masih aman karena telah ada koordinasi lintas kementerian terkait penetapan harga dan distribusi.

Harga di Bawah Harga Eceran Tertinggi (HET)

Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo menambahkan bahwa harga dalam operasi pasar ini berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami menyeimbangkan harga agar tetap lebih murah dibandingkan harga pasar, namun tidak terlalu jauh dari HET untuk menjaga kestabilan harga,” kata Kartika.

Sementara itu, Direktur Utama Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi menyebut bahwa pihaknya telah ditugaskan membuka 4.000 outlet operasi pasar di seluruh Indonesia. Ia juga mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi, sehingga stok bahan pokok sering kali habis dalam waktu singkat.

“Alhamdulillah, setiap dua hari stok selalu habis. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan Bulog, Sugar Group, RNI, dan PTPN untuk memastikan ketersediaan barang tetap terpenuhi,” jelasnya.

Untuk memastikan distribusi yang merata, pemerintah juga menerapkan pembatasan pembelian per orang berdasarkan KTP, khususnya untuk komoditas seperti beras dengan batas maksimal 10 kilogram per orang.

Operasi pasar di Yogyakarta menjadi langkah strategis pemerintah dalam menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat menjelang Lebaran. Dengan harga yang lebih terjangkau dan distribusi yang merata, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan lebih mudah.(Hus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *