PNG

Menyajikan Berita Tepat Akurat Dan Terpercaya

April 22, 2026
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.
Para personel band asal Yogyakarta, Poem BengSing saat menggarap video clip untul album ‘Salimsik’ menyambut Bulan Suci Ramadhan. Foto: Rizky Wahyu

Band asal Yogyakarta, Poem Bengsing punya cara tersendiri dalam menyita perhatian. Kali ini band tersebut akan meluncurkan beberapa lagu baru untuk menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan hingga Idul Fitri nanti yang tergabung dalam album Salimsik.

Dalam peluncuran setiap lagunya disesuaikan dengan setiap momentum yang datang pada saat momen puasa.

Layaknya sebuah perjalanan, lagu tersebut menggambarkan suasana yang menyenangkan momen di bulan penuh berkah tersebut.

Album berjudul “Salimsik” menjadi petapaan yang terinspirasi dari tradisi Padusan yang banyak dijalani oleh masyarakat Yogyakarta sebagai simbol mensucikan diri.

Penulis syair dan lirik Salimsik, Eko Santosa menyampaikan jika karya yang diciptakan tidak lain merupakan pembacaan aktivitas rutin yang orang-orang kebanyakan lakukan saat Ramadhan.

Bahkan tidak cukup 1 lagu, Eko menyampaikan beberapa.lagu juga akan dirilis hingga menjelang Idul Fitri. “Album itu setiap lagunya saling berkaitan. Mulai dari cerita hingga musiknya seperti cerita series,” tuturnya. 

“Lagu ini akan dirilis di tanggal 28 Februari, untuk menemani tradisi padusan dan memperkenalkan,” ujar Eko

Setelah “Bersih Diri” dilanjutkan lagu “Ayo Sahur” sebagai ajakan untuk melaksanakan sahur yang unik selayaknya tradisi gugah-gugah sahur yang dilakukan di kampung dan masjid-masjid. 

Lagu selanjutnya berjudul “Bahagia Berpuasa” memaknai puasa sebagai sebuah kebahagiaan melalui laku menahan lapar dari matahari muncul hingga terbenam. 

“Puasa menjadi bahagia karena dengan merasakan lapar seseorang dapat mensyukuri apa yang ada tanpa harus mengada-adakan,” jelasnya. 

Setelah itu lagu “Buka Bersama”, lagu ini menggambarkan kegembiran orang-orang menyelesaikan puasa dalam satu hari secara sederhana. 

Lagu “Ibadah Malam” bercerita tentang pentingnya mendekatkan diri pada Tuhan dengan laku ibadah diperbanyak di malam hari. 

Di bulan Ramadan pasti diikuti dengan ibadah zakat. Grup ini menggambarkan fenomena tersebut dengan lagu “Berbagi Tak Rugi” dengan muatan pesan bahwa seseorang tidak akan merugi dan justru akan mendapatkan manfaat dengan berzakat. 

Album konsep tersebut ditutup dengan Lagu terakhir yang berjudul “Maaf”. Lagu ini berisi pesan inti menggambarkan budaya masyarakat yang saling memaafkan saat Lebaran. 

Eko menyampaikan jika lagu lagu yang tersebut memiliki unsur yang berbeda dibandingkan dengan lagu bertema khas Ramadhan lainnya.

Pasalnya, terdapat unsur-unsur puitik yang lebih enak untuk dinikmati dari berbagai jenis usia.

Salah satu personil Poem Bengsing Andre Surawan mengungkapkan jika  pengerjaan album termasuk singkat karena ditargetkan selesai di bulan puasa. “kita mengerjakan kurang lebih 10 hari,” katanya.

Dukungan juga diberikan oleh berbagai pihak dari berbagai bentuk agar album tersebut bisa segera dinikmati oleh masyarakat dan memberikan semangat yang baik di Bulan Puasa dalam menjalankan segala aktivitasnya.

Tidak terkecuali Pondok Pesantren (Ponpes) Budaya Kali Opak, Piyungan hingga tempat lokasi rekaman di PRB Mini Records, Kasihan. (Hus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *