
Respon cepat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY maupun Kabupaten-Kota dalam mengimplementasikan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dianggap merupakan hal positif untuk menciptakan keadilan.
Apresiasi diberikan oleh Kepala Balai Penjamin Mutu dan Pendidikan (BPMP) DIY, Bambanf Hadi Waluya.
Hadi menyampaikan jika kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaring masukan terkait penyelenggaraan SPMB di jenjang Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN).
Ia menyampaikan selema ini pemerintah melalui dinas terkait di masing-masing wilayah telah sukses dalam mengimplementasikan aturan dari pemerintah pusat tentang penerimaan siswa baru terutama di tingkat SMA-SMK Negeri di DIY.
“Saya menyampaikan apresiasi kegiatan-kegiatan sosialisasi Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru yang telah dilakukan oleh jajaran pemerintah daerah,” ujar Bambang.
Sebagai bagian dari upaya implementasi SPMB, Dinas Dikpora DIY terpantau telah menggelar Forum Group Discussion (FGD) pada Kamis (6/3/25) dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan.
Bahkan dalam pertemuan tersebut salahsatunya juga mengundang Ombudsman dan masyarakat.
Bahkan, saat ini Disdikpora Kota Jogja tengah merancang sejumlah aturan terkait SPMB yang diperkirakan akan selesai pada awal Mei.
Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman juga disebutnya tengah mencermati aturan SPMB. Hal tersebut akan ditindaklanjuti dengan draft Peraturan Bupati (Perbub) yang segera disusun.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Sleman disebutnya sedang mencermati regulasi baru aturan SPMB dan segera melakukan tindak lanjut dengan melakukan penyusunan draft Peraturan Bupati (Perbup).
“Kami yakin kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Dasar dan Menengah (Kemen Dikdasmen), termasuk SPMB akan dikawal dengan baik agar dapat terimplementasikan di DIY,” katanya.
Sebelumnya, kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo telah melakukan kajian mendalam terkait pelaksanakan SPMB.
“Semangatnya dilandasi filosofi dari empat pilar, yakni Pendidikan Bermutu untuk Semua, Inklusi Sosial, Integrasi Sosial, dan Kohesivitas Sosial,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia berharap agar SPMB bisa disukseskan dan didukung oleh seluruh elemen serta sebagai upaya memberikan keadilan dan pendidikan yang bermutu. (Hus).