PNG

Menyajikan Berita Tepat Akurat Dan Terpercaya

April 28, 2026
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.
Perwakilan perguruan tinggi melakukan komitmen untuk berkolaborasi dalam pengolahan sampah di DIY, Selasa (11/3/2025) di ITF Bawuran

Pemda DIY dan pemerintah daerah kabupaten-kota kembali memperkuat komitmen dalam pengelolaan sampah dengan tema Kolaborasi Untuk DIY Bersih.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, menyatakan bahwa pengelolaan sampah yang dilakukan secara mandiri di masing-masing daerah belum optimal, oleh karena itu Pemprov berupaya menggandeng berbagai sektor.

“Pemda DIY menggandeng dan bekerjasama dengan lebih banyak pihak sebagai upaya yang dilakukan untuk proses transformasi pengelolaan sampah,” kata Kusno dalam sambutannya.

Dalam pertemuan yang diadakan di ITF Bawuran, Bantul, DIY, 11 perguruan tinggi terbaik di Yogyakarta turut diajak untuk berkolaborasi dalam menangani masalah sampah.

“Kami mengundang perguruan tinggi dan universitas untuk menyampaikan komitmennya sebagai langkah nyata dari perubahan yang sedang berlangsung saat ini,” kata Kusno.

Ia berharap universitas dan mahasiswanya, yang berasal dari berbagai daerah, dapat menjadi agen sosialisasi pengelolaan sampah kepada masyarakat.

“Keberadaan perguruan tinggi terbesar di DIY terutama mahasiswanya dari banyak daerah diharapkan menjadi agen untuk mensosialisasikan kepada masyarakat (pengelolaan sampah),” katanya.

Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Bidang Kemahasiswaan dan Pengabdian Masyarakat, Arie Sujito, mewakili kampus-kampus di Yogyakarta, menyampaikan komitmennya. Ia menekankan, “Kampus jangan hanya terlibat dalam menerbitkan riset namun juga aksi konkrit dalam penanganan sampah.” Arie menambahkan, banyaknya kampus di Yogyakarta menjadikan penanganan sampah sebagai tanggung jawab bersama.

“Yogyakarta sebagai kota pendidikan menurutnya perlu dibuktikan dengan keterlibatan kampus-kampus menangani permasalahan yang ada.”katanya.

Arie juga mengungkapkan bahwa masalah sampah tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja, melainkan juga perlu peran kampus. “Permasalahan sampah tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah semata namun juga kampus,” katanya.

Perguruan tinggi, dengan sumber daya intelektual dan pemanfaatan teknologi, tidak seharusnya hanya melakukan penelitian.

“Sampah bukan hanya berhenti pada scopus, tidak ada artinya jika tidak bisa memecahkan teka-teki di masyarakat, membantu masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu langkah yang bisa diambil oleh kampus adalah melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik tentang sampah.

“Di UGM sendiri mengalokasikan mahasiswa KKN paling tidak 25 persen di DIY. Oleh karena itu, tematik pengelolaan sampah akan kita kerjakan secara baik, kami punya komitmen untuk itu,” katanya. (Hus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *