PNG

Menyajikan Berita Tepat Akurat Dan Terpercaya

Desember 11, 2025
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.
Penampilan Silat Pelajar

Sleman – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti sangat antusia saat menyaksikan sajian seni pencak silat yang ditampilkan oleh para pelajar di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIY, Jumat (23/5/2025). Kunjungan ini dalam rangka menghadiri deklarasi pemangku kepentingan pendidikan DIY yang mendukung Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan SPMB Berintegritas. Menteri Mu’ti disambut secara unik dan penuh makna oleh unjuk gelar seni bela diri khas Nusantara ini.

Duduk bersila di pinggir gelanggang, Abdul Mu’ti menyimak seluruh penampilan dengan penuh perhatian dan kekaguman dari awal hingga akhir. Ia bahkan tampak terpesona dan tidak ragu mengajak para pejabat yang hadir untuk berfoto bersama para pesilat pelajar setelah pertunjukan.

Koordinator pertunjukan, Yudha Kurniawan, mengungkapkan bahwa sebanyak 54 pesilat pelajar ambil bagian dalam unjuk gelar ini. Menurutnya, penyambutan tamu penting melalui pencak silat tergolong langka. “Barangkali Pak Prabowo yang Ketua PB IPSI, saat menjadi Menhan belum pernah disambut dengan pencak silat saat kunjungan kerja,” ujarnya berseloroh.

Pertunjukan pencak silat ini dihadirkan tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga sebagai sarana kampanye penguatan karakter anak bangsa. Menurut Yudha, nilai-nilai yang terkandung dalam pencak silat seperti disiplin, spiritualitas, semangat belajar, dan hidup sehat selaras dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Oleh karena itu, BPMP DIY menilai pencak silat sangat relevan dalam mendukung kebijakan pendidikan karakter nasional.

Pertunjukan terbagi dalam dua segmen utama. Segmen pertama, sebagai penyambutan Menteri, menampilkan tim Almaz Uzmaa, pesilat pelajar Yogyakarta yang dilatih di Padepokan Bina Manggala Tapak Suci, Kompleks Masjid Gedhe Kauman. Mereka menampilkan teknik senjata kipas yang menggambarkan karakter dasar pesilat: lemah lembut dalam pergaulan, namun tangguh, tanggon, dan trengginas saat menghadapi ancaman.

Coach Ayu Nirmala Sari, pelatih tim Almaz Uzmaa, menjelaskan bahwa kipas bukan hanya senjata, tetapi juga simbol estetika budaya Indonesia. “Gerakan ini mencerminkan bahwa pesilat harus berperilaku baik, berjiwa pelindung, dan membawa kedamaian, sekaligus menjaga kewaspadaan,” ungkapnya.

Pada segmen kedua, tampil Bregodo Harimau dari Tapak Suci Sleman di bawah asuhan Coach Haryanto. Mereka mempersembahkan koreografi dramatik yang menyampaikan pesan moral tentang bahaya kesombongan dan pentingnya persatuan. Pencak silat, menurut mereka, adalah alat pembentukan generasi cerdas, sehat, dan berakhlak mulia, bukan ajang unjuk kekuatan.

Penampilan dilanjutkan kembali oleh tim Almaz Uzmaa yang kali ini menampilkan teknik senjata clurit dan belati. Senjata tajam ini diangkat sebagai simbol keberanian, semangat juang, dan perlindungan terhadap sesama dalam perjalanan mencapai tujuan mulia membentuk umat terbaik di muka bumi.

Sebagai penutup, para juara Turnamen Ki Hajar Dewantara Cup 2025 menyuguhkan flashmob jurus tunggal tangan kosong IPSI, dipandu oleh Coach Nurochmah dan Coach Gustine. Gerakan-gerakan dinamis dan penuh makna ini menjadi penegas bahwa pencak silat adalah warisan budaya tak benda yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga sarat nilai dan filosofi kehidupan.

Kehadiran Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam acara ini menjadi momentum kuat untuk semakin memperkuat sinergi antara budaya, pendidikan, dan karakter. Melalui pencak silat, pendidikan Indonesia menunjukkan komitmennya untuk mencetak generasi hebat yang tangguh secara fisik, mental, dan moral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *