PNG

Menyajikan Berita Tepat Akurat Dan Terpercaya

Mei 5, 2026
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

 

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo mulai menjabat sebagai pada Jumat (21/2/2025) usai dilantik di Jakarta oleh Presiden Prabowo Subianto. 

Ia nampak mengenakan batik dan berpeci berada di Balai Kota, Muja-Muju, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat memimpin apel.

Bersama dengan Wakil Wali Kota, Wawan Harmawan, Hasto menentukan prioritas penanganan sampah di hadapan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Mantri Pamong Praja yang hadir. 

“Permasalahan sampah harus kita selesaikan bersama, dari perangkat daerah, kemantren dan kelurahan bersama-sama untuk gotong royong membangun kepedulian penanganan sampah di Kota Yogya,” ujarnya. 

Ia juga menekankan konvergensi dari setiap fungsi untuk melakukan penanganan sampah terhadap peran di masing masing lini pemerintahan. 

Hasto mencontohkan, misalnya peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dapat meminta kepada Pelindung Masyarakat (Linmas) guna melakukan Pengawasan di titik krusial yang rawan menjadi lokasi pembuangan sampah liar. 

Hal lainnya, peran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) juga bisa menumbuhkan peran siswa untuk lebih peduli lingkungan. 

“Kita ingin sekolah itu bisa melatih kepedulian melalui kegiatan peminatan ataupun ekstrakurikuler terkait lingkungan dan sampah,” katanya.

 “Termasuk pondok pesantren juga digerakkan. Bisa juga dengan lomba kebersihan sekolah dan lainnya,” imbuhnya. 

Dirinya berharap, para jajarannya bisa melakukan perubahan dengan melakukan hal kecil namun berdampak besar di masa yang akan datang. 

Semangat Gotong Royong Agawe Majune Ngayogyakarta (Segoro Amarta) juga diharapnya kepada seluruh pihak agar turut memberikan masukan kepada dirinya dalam memimpin Kota Jogja yang lebih baik. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jogja, Aman Yuriadijaya menyampaikan jika upaya yang kini telah dijalankan adalah dengan mengaktifkan transporter yang atau pengambilan sampah melalui penggerobak. 

“Ini ditargetkan selesai pada Maret 2025 untuk bisa berjalan optimal dan menyeluruh,” katanya. 

Ia menyampaikan sudah ada 697 penggerobak yang menangani 26,2 rumah tangga. Sementara untuk rumah yang belum mendapatkan transporter diharapkan sudah bisa mulai mendapatkan. (Hus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *