
Masyarakat dari berbagai kampung di Kelurahan Sosromenduran dan Jalan Pasar Kembang, menggelar tradisi Ruwahan dengan tidak biasa yang dikemas dalam Sarkem Fest yang digelar 2 hari mulai tanggal 21-22 Februari 2025.
Ribuan apem dibuat dan kemudian dibagikan kepada masyarakat melalui Kirab Budaya. Selain itu, terdapat pula keterlibatan dari elemen lainya baik dari aparat, pengusaha hotel mahasiswa, komunitas dan kampung menyemarakkan tradisi tersebut.
Uniknya, para pasukan bregodo juga turut menjadi bagian yang tidak terpisahkan yang membuat tradisi yang sudah turun-temurun terasa lebih bermakna.
Masyarakat yang ikut dalam kirab budaya bergerak mengikuti rute yang sudah disiapkan. Diawali dari Hotel Patra Malioboro -Jalan Gandekan-Jalan Pasar Kembang-Jalan Sosrowijayan-kembali ke depan Patra Hotel.
Masyarakat nampak antusias untuk berebut gunungan apem yang disediakan yang sudah dikirab tersebut.
Dalam kesempatan tersebut juga terlihat kepala Dinas Pariwisata, Wahyu Hendratmoko dan Lurah Sosromenduran, Hendy Setiawan ikut ambil bagian dalam perayaan apem.
Lurah Sosromenduran, Hendy Setiawan menyampaikan jika Sarkem Fest merupakan kegiatan tahunan yang disajikan untuk melestarikan tradisi Ruwahan.
“Ini bagian dari nguri-uri membuat apem buah rumah ampunan yang maha kuasa sebelum masuk bulan puasa, kalau kita memaknai untuk membersihkan diri memohon ampunan kepada yang mahakuasa,” katanya.

Ia menyampaikan jika upaya untuk memohon ampunan tersebut diwujudkan dalam kuliner tradisional dengan kue apem.
Ia menyampaikan, secara keseluruhan terdapat 1000 apem yang disajikan kepada masyarakat baik yang dibagikan kepada masyarakat sepanjang rute kirab maupun di lokasi rayah.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa di tengah minimnya dana yang dimiliki oleh pemerintah untuk menyelenggarakan berbagai event imbas efisiensi, masyarakat tetap memiliki antusiasme yang tinggi.
“Ini tidak lepas dari inovasi temen-temen destinasi pariwisata yang mencoba mengaktivasi semua ekosistem yang ada di Sosrowijayan dan Pasar Kembang untuk ikut nyengkuyung dengan anggaran yang tidak seberapa,” katanya.
Dengan acara yang diselenggarakan di Jalan Sosrowijayan yang berdekatan dengan pusat wisata Jalan Malioboro disebutnya sebagai dobrakan untuk menyasar wisatawan-wisatawan lainya untuk memperkenalkan potensi yang dimiliki.
Dirinya berharap agar dengan diselenggarakannya Sarkem Fest 2025 ini bisa mengamplifikasi penyelenggaraan event-event yang lain di Kota Yogyakarta. (Hadid Husaini).