
Pemerintah Kota Jogja memastikan renovasi Pasar Terban yang lebih modern, tidak meninggalkan identitasnya sebagai pasar unggas yang selama ini menyuplai kebutuhan bagi masyarakat. Hingga saat ini proses pengerjaanya sudah mencapai 44 persen sebelum bulan Juli 2025 nanti diresmikan.
Pj Wali Kota Jogja, Sugeng Purwanto menyampaikan jika sebelumnya Pasat Terban yang berada di Kemantren Gondokusuman memiliki kondisi yang kumuh dan tidak higienis.Ia menyampaikan dibantu dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menata pasar terban.
“Harus disesuaikan dengan marwah (pasar unggas) itu pertama apa para pedagang ini bisa berdagang lagi di sini, bisa besok dibantu agar lebih humanis dan lebih higienis. Kita sinergikan masyarakat kecil karena berdagang disini,” kata Sugeng saat meninjau proyek Pasar Terban Jumat (7/2/2025).
“Kita berharap, selain pedagang tertata, tentunya wilayah menjadi lebih tertata karena berada dekat sekali satu rangkaian dengan peta Sumbu Filosofis,” jelasnya. Ia memastikan para pedagang lama berjumlah 450 orang akan kembali mendapatkan tempat.
Ia berharap nantinya dalam mekanisme penempatan para pedagang tidak perlu gaduh. Pemkot Jogja disebutnya akan selalu berpihak kepada kepentingan pedagang.
Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja, Veronica Ambar Ismuwardani menyebut sejak proses Detail Engineering Design (DED) revitalisasi Pasar Terban, pihaknya memitigasi sejumlah persoalan yang berpotensi muncul, antara lain limbah pemotongan yang bisa mencemari lingkungan sekitar.
Pihaknya menyebut desain pasar tersebut nantinya akan memisahkan tempat pemotongan ayam dengan lokasi pedagang maupun foodcourt untuk menjamin higienitas. Pihaknya juga berencana menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jogja untuk melatih para juru sembelih ayam (Juleha) untuk menjamin kehalalan daging.
“Kita sudah mempersiapkan tidak hanya dari sisi higienisnya saja tapi juga kehalalan ya, kami bekerjasama dengan Baznas untuk melatih juru sembelih ayam, masih coba kami lobby untuk nantinya bisa menjaga kehalalan (sembelihan) ayam,” ujarnya.
Kedepan, Pasar Terban disebutnya akan menyuplai ayam hingga luar daerah dengan jumlah mencapai 5 ton per hari. Disebutnya kebutuhan ayam di Kota Jogja sendiri cukup tinggi sehingga ia berharap para peternak ayam bisa menyuplai kebutuhan ayam di Pasar Terban
Terkait peresmian yang akan dilakukan di bulan Juli nanti ia menyampaikan proses pemindahan para pedagang akan berproses. “Jadi schedulenya bulan Juli nanti pastinya ada penataan sarpras pendukung harus kita siapkan, butuh waktu,” katanya.
“Bulan Juli bukan langsung diresmikan karena ada proses penyerahan dari Kementerian PUPR ke kita kalau melihat pengalaman Pasar Prawirotaman cukup lama, tapi paling tidak 2 bulan kami berharap sudah diserahkan kepada kami,” katanya.
Sementara itu Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) PUPR DIY, Jonny Zainuri Echsan mengungkapkan jika pembangunan Pasar Terban mencapai 44 persen dengan menggunakan biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).“Nilai kontrak sekitar Rp 55,9 miliar dan pekerjaan manajemen konstruksi sekitar Rp 1,6 miliar. Pekerjaan dilaksanakan multiyears dimulai 18 September dan selesai 14 Juli 2025,” katanya. (Hus).