PNG

Menyajikan Berita Tepat Akurat Dan Terpercaya

Mei 5, 2026
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami inflasi tahun kalender month to month (mtm) yang cukup dalam -0,35 persen pada Januari 2025. Sedangkan secara year on year (yoy) terjadi inflasi sebesar sebesar 0,95 persen. 

Kepala Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Herum Fajarwati menyampaikan jika deflasi tersebut diakibatkan oleh sejumlah kelompok pengeluaran seperti perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar -6,73 persen memberikan andil inflasi andil -1,15 persen.

Herum menyampaikan jika faktor utama yang mendorong terjadinya deflasi paling tinggi adalah diskon besar-besaran yang diberikan oleh pemerintah sebesar 50 persen 2200 Volt Ampere (VA). Ia menyebut jika konsumsi listrik di DIY cukup besar, sehingga hal tersebut pengaruh kepada deflasi sebesar -0,35 persen.

“Untuk komoditas yang dominan terjadinya deflasi pada Januari 2025 pendorong utamanya adalah tarif listrik, dimana pemerintah memberikan diskon 50 persen dari bulan Januari hingga Februari sehingga menyebabkan deflasi -1,15 persen,” kata Herum.

“Kemudian tarif kereta api memberikan deflasi 0,02, berikutnya persen bawang merah, ketimun, dan angkutan antar kota masing masing deflasi 0,01 persen,” katanya.

Sebaliknya, komoditas penghambat deflasi pada bulan Januari adalah komoditas cabai merah dengan andil inflasi 0,13 persen; cabe rawit 0,12 persen; wortel memberikan andil inflasi 0,05 persona kontrak rumah 0,04 persen. Ia menyampaikan jika beberapa kelompok pengeluaran lainnya mengalami inflasi, namun belum mampu mengimbangi terjadinya deflasi yang terjadi.

Pada bulan Januari, Inflasi tertinggi diakibatkan oleh kelompok makanan dan minuman tembakau sebesar 2,24 persen dengan andil 0,62 persen. Kemudian diikuti oleh kelompok transportasi sebesar 0,031 persen dan perawatan pribadi sebesar 0,68 persen.

Untuk perkembangan inflasi secara year on year (yoy) terjadi sebesar 0,95 persen. Angka ini merupakan terendah dalam 2 tahun terakhir. Pengeluaran dominan memberikan andil deflasi maupun inflasi maupun deflasi pada pengeluaran perumahan listrik air bahan bakar rumah tangga inflasi memberikan andil deflasi 1,06 persen.Sedangkan Informasi komunikasi jasa keuangan yoy memberikan andil deflasi 0,02 persen.

Untuk kelompok  pengeluaran kandil inflasi tertinggi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,90 persen, kedua perawatan pribadi jasa lainnya dengan andil 0,53 persen.

Secara yoy emas dan perhiasan merupakan pendorong inflasi terbesar DIY sebesar 0,37 persen kemudian kopi bubuk 0,18; bakar rumah tangga 0,08 persen; minyak goreng 0,07 persen; cabe rawit 0,06 persen.

“Sebaliknya Sebagai dominan yang berstatus penghambat adalah tarif listrik andil deflasi 1,26 persen, cabe merah, beras andil inflasi 0,05 persen, angkutan udara dan bensin deflasi 0,04 persen,” jelasnya. (Hus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *