PNG

Menyajikan Berita Tepat Akurat Dan Terpercaya

April 24, 2026
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.
Pembina dan sebagian peserta Gelar Budaya SDN Banjarharo 1 Kalibawang Kulon Progo, Kamis (20/02/2025)

Kabarangkringan, Kulon Progo – SDN Banjarharjo 1 Kalibawang menyelenggarakan Gelar Budaya pada Kamis (20/2/2025) sebagai ajang penampilan potensi seni budaya siswa. Kegiatan ini merupakan puncak dari pembinaan seni dan budaya yang sejalan dengan visi sekolah sebagai sekolah berbasis budaya melalui berbagai ekstrakurikuler.

Gelar Budaya ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kulon Progo, Tim Publikasi dan Komunikasi (Pubkom) BPMP DIY, Komite Sekolah, Ketua Desa Budaya, Lurah Banjarharjo, Pengawas Sekolah Kalibawang, serta wali murid.

Kepala SDN Banjarharjo 1, Umi Kandibah, menyampaikan bahwa selain pengajaran seni budaya, pihaknya juga menginternalisasi karakter berbasis budaya lokal. “Salah satunya dengan program Sapa Ceria, meliputi sholat dhuha, literasi, dan pembinaan budaya siswa, yang dilaksanakan setiap pagi selama 15 menit,” katanya.

Ekstrakurikuler yang dikembangkan yaitu tari, pantomim, karawitan, drumband, dan rebana. Selain itu, setiap Jumat, guru dan siswa diwajibkan berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa sebagai bentuk pelestarian budaya.

Dinas terkait dan tamu undangan yang hadir dalam acara Gelar Budaya SDN Banjarharjo 1 Kalibawang Kulon Progo

Pengawas Sekolah Kapanewon Kalibawang, Karsiyem, menilai bahwa keberhasilan SDN Banjarharjo 1 dalam pembinaan seni budaya adalah contoh nyata pendidikan karakter berbasis budaya. “Sekolah berbasis budaya merupakan harmonisasi antara ilmu dan iman, contohnya ilmu gerak dalam keterampilan menari yang digunakan untuk penyambutan tamu merupakan bentuk pendidikan karakter yang baik,” tegasnya.

Kepala Dinas Dikpora Kulon Progo, Nurwahyudi, mengapresiasi BPMP DIY yang telah mempublikasikan potensi SDN Banjarharjo 1 sebagai sekolah berbasis budaya. “Dinas Dikpora mendukung kurikulum berbasis budaya karena sangat penting dalam membina bakat seni siswa sekaligus melestarikan budaya daerah, hal ini selaras dengan pengelolaan pendidikan karakter yang telah kami galakkan sejak 2019,” ungkapnya.

PIC Program Prioritas Pendidikan Karakter BPMP DIY, Agus Hari Prabowo, menekankan pentingnya mendokumentasikan perjalanan SDN Banjarharjo 1 dalam mengembangkan sekolah berbasis budaya. “Ada 18 nilai luhur dalam karakter khas Yogyakarta yang perlu ditanamkan kepada anak-anak sekolah agar budaya ini tetap lestari,” jelasnya.

Para siswa SDN Banjarharjo 1 menampilkan ketrampilan seni budayanya dalam acara Gelar Budaya SDN Banjarharjo 1 Kaliwabang Kulon Progo

Semantara itu, Ketua Desa Budaya Banjarharjo, Sudarmin, memberikan apresiasi atas kontribusi SDN Banjarharjo 1 dalam pelestarian budaya. “Banjarharjo telah menjadi desa mandiri budaya yang memiliki 37 kelompok kesenian dan mendapatkan dukungan dana keistimewaan melalui kalurahan,” ujarnya.

Keberadaan SDN Banjarharjo 1 sebagai sekolah berbasis budaya, menurut Sudarmin sangat relevan karena menjadi lahan persemaian bibit baru seniman dan budayawan di desanya.

Lurah Banjarharjo, Susanto, juga mendukung penuh SDN Banjarharjo 1 dalam upaya pelestarian seni budaya tersebut. Ia bahkan mengundang sekolah untuk berpartisipasi dalam gelar budaya tingkat kalurahan. “Fasilitas gamelan perunggu di kalurahan bisa dimanfaatkan siswa dalam latihan karawitan,” tegasnya.

Acara Gelar Budaya SDN Banjarharjo 1 semakin semarak dengan berbagai penampilan siswa, seperti tari Gambang Suling, tari Gedruk, tembang Gambuh, Angguk, dan flashmob Prahu Layar. Melalui berbagai upaya ini, SDN Banjarharjo 1 terus berkomitmen mewujudkan generasi emas Indonesia yang cerdas dan berkarakter melalui pendidikan berbasis budaya. (st)

3 Responses

  1. Kegiatan yang sangat menginspirasi banyak orang serta leterlibatan berbagai pihak menjadi sslah satu kunci suksenya sekolah bwrbasis budaya

  2. Budaya merupakan salah satu sarana yang telah terbukti efektif sebagai media dakwah bagi ummat pemula di Indonesia, karena negara kita cenderung terlebih dahulu mengenal budaya yang notabene erat kaitannya dengan kepercayaan warganya sebelum agama disebarkan di Indonesia. Jadi kita perlu untuk lebih mengenal budaya kita sendiri, salah satunya melalui kegiatan yang kami lakukan di sekolah kami, yaitu SD N Banjarharjo.

  3. Budaya merupakan salah satu sarana yang telah terbukti efektif sebagai media dakwah bagi ummat pemula di Indonesia, karena negara kita cenderung terlebih dahulu mengenal budaya yang notabene erat kaitannya dengan kepercayaan warganya sebelum agama disebarkan di Indonesia. Jadi kita perlu untuk lebih mengenal budaya kita sendiri, salah satunya melalui kegiatan yang kami lakukan di sekolah kami, yaitu SD N Banjarharjo.

Tinggalkan Balasan ke Karsiyem Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *