PNG

Menyajikan Berita Tepat Akurat Dan Terpercaya

Desember 8, 2025
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Kasat Reskrim Polres Gunung Kidul, AKP Ahmad Mirza menyampaikan  telah mengirimkan undangan klarifikasi dari beberapa pihak terkait terseretnya 13 siswa SMPN 7 Mojokerto di Drini, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (28/1/2025).

 “Pemeriksaan lebih lanjut kita sudah kirimkan undangan kepada sekolah maupun travel agen,” katanya kepada wartawan pada Jumat (31/1/2025). Dirinya juga mengklarifikasi terkait kabar jika kepala sekolah SMPN 7 Mojokerto, Evi Poespita Hany yang ditahan di Yogyakarta. 

“Kami juga mengklarifikasi  kabar yang beredar kepala bahwa sekolah tidak kami tahan,” jelasnya. “Kami klarifikasi jika kepala sekolah (SMPN 7 Mojokerto) tidak ditahan baik di Polres Gunung Kidul maupun di Polda DIY,” imbuhnya. 

Dirinya menyampaikan hingga saat ini belum ada laporan dari keluarga korban kepada Polres Gunung Kidul. Kendati begitu, pihaknya telah melakukan langkah awal untuk mendalami peristiwa tersebut kepada sejumlah pihak terkait. 

Saat dimintai keterangan, ia menjelaskan kronologis terkait kejadian yang menimpa 13 siswa SMPN 7 Mojokerto yang terseret arus ombak di Pantai Drini. 

“Kalau intinya (siswa terseret ombak) tanpa sepengetahuan (pendamping), pas namanya diperiksa saat mau makan pakai nggak ada,” ujar Mirza. “Setelah itu baru ada informasi ada anak yang tenggelam setelah absen. Dan sekolah meminta travel agent untuk melihat ke pantai, dan ternyata anak-anak tersebut sudah terbawa arus,” jelasnya. 

Terkait apakah peristiwa tersebut murni kelalaian, ia belum mau berkomentar. “Kalau itu masih kami dalami, kita sudah kirim undangan kepada sekolah dan travel agen, ” pungkasya.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMPN 1 Mojokerto, Evi Poespita Hany menjalani pemeriksaan di Polres Gunung Kidul terkait kelalaian yang mengakibatkan 13 siswanya terseret arus di Pantai Drini pada Selasa (28/1/2025). 

Pemeriksaan tersebut dilakukan pada Jumat (31/1/2025) kurang lebih pukul 14.00 WIB. Evi nampak keluar pada pukul 17.05 WIB dari ruang pemeriksaan di Unit Pidana Khusus (Pidsus). 

Saat hendak diwawancarai oleh wartawan terkait 4 siswanya yang tewas di Pantai Drini, dirinya menolak dan langsung menaiki mobil dan pergi meninggalkan lokasi. (Hadid Husaini) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *