PNG

Menyajikan Berita Tepat Akurat Dan Terpercaya

Mei 1, 2026
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.
Bocah asal Sleman berinial NGF (12)

Sleman, DIY – Sebuah insiden tragis terjadi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ketika seorang bocah berusia 12 tahun berinisial NGF mengalami luka serius akibat ledakan mercon. Korban mengalami patah ibu jari serta putusnya pembuluh darah di telunjuk tangan kirinya setelah petasan yang dinyalakannya meledak secara tiba-tiba.

Kronologi Ledakan Mercon di Sleman

Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, mengungkapkan bahwa kejadian ini berlangsung pada Sabtu (22/3/2025) pukul 06.00 WIB di bulak Batang Cilik, Tambakrejo, Tempel. NGF bersama teman-temannya membawa petasan dari rumah dan menyalakannya di lokasi kejadian.

“Saat itu korban menyalakan mercon dengan posisi membungkuk sambil memegangnya di tangan kiri, lalu menggunakan korek gas dengan tangan kanan. Namun, tiba-tiba mercon tersebut meledak sebelum sempat diletakkan,” jelas AKP Salamun dalam keterangannya.

Luka Serius yang Dialami Korban

Ledakan yang terjadi menyebabkan luka parah pada NGF. Ibu jarinya mengalami patah atau terlepas, sementara telunjuknya mengalami putus pembuluh darah. Korban segera mendapatkan pertolongan medis dengan beberapa jahitan serta perawatan akibat bengkak dan luka lecet di tangan kirinya.

Bubuk Petasan Dibeli Online, Polisi Bertindak

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa bubuk obat petasan yang digunakan korban diperoleh secara daring. “Bubuk petasan dibeli salah satu teman korban melalui media sosial TikTok seharga Rp25 ribu untuk 1 ons,” ungkap AKP Salamun.

Menyikapi hal ini, pihak kepolisian langsung menindaklanjuti laporan warga dan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peredaran bubuk petasan secara ilegal di media sosial.

Imbauan Polisi: Jangan Main Mercon di Bulan Puasa

Polisi mengingatkan masyarakat, terutama para orang tua, agar lebih mengawasi anak-anak mereka dan melarang bermain petasan, terutama di bulan Ramadan. Bahaya bermain petasan tidak hanya mengancam keselamatan anak-anak, tetapi juga bisa menyebabkan insiden yang lebih besar.

“Kami mengimbau para orang tua untuk lebih waspada dan memastikan anak-anak mereka tidak bermain petasan demi menjaga keselamatan bersama,” tutup AKP Salamun.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat tentang bahaya bermain petasan, terutama yang diperoleh secara ilegal. Mari bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dengan tidak bermain petasan selama Ramadan dan seterusnya.(Hus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *