
Bantul – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul menyebut adanya penanaman jagung di Padukuhan Klaras, Canden, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) seluas 5 hektar tersebut dapat meningkatkan luas lahan tanam jagung.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo menyampaikan dengan adanya proyek swasembada pangan yang telah dimulai bersama Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X tersebut dapat menambah luas lahan tanam menjadi 5.196 hektar di Bumi Sembada tahun 2025.
“(Di Bantul) Ini terdiri dari 3.878 hektar lahan sawah dan 1.813 hektar non LBS atau tanah tanah yang selama ini tidak dimanfaatkan untuk pertanian maka kita manfaatkan,” kata Joko saat diwawancarai wartawan pada saat penanaman jagung di Padukuhan Klaras, Sabtu (15/2/2025).
Joko menyampaikan jika rata-rata produksi jagung 7,7 ton per hektar. Pada tahun 2024 lalu total produksi jagung dari seluruh lahan tanam jagung 34-35 ribu ton.
Sementara untuk tahun ini dirinya menargetkan produksi jagung mencapai 45 ribu ton dengan bertambahnya luas tanam.
Nantinya jagung yang sudah siap jual dari para petani akan diserap ke peternakan ayam dan juga Bulog dengan harga yang sudah disesuaikan.
“Serapan di bantul populasi ayam petelur 1 juta ekor dan bulog juga siap menerima dengan harga Rp5.500 per kilo dengan kadar air 15 persen untuk jagung pipil kering,” katanya.
Serapan bulog dengan harga Rp5.500 per kilo disebutnya merupakan harga yang layak bahkan lebih baik dari harga pada umumnya sebesar Rp4.000 per kilo.
Joko optimis jika lahan yang masih dalam proses land clearing tersebut merupakan lahan yang subur meskipun sudah 10 tahun tidak diolah untuk pertanian. Pihaknya juga telah mengukur kadar kesuburan tanah yang disebutnya kayak untuk tanaman jagung.
“Saya optimis ini lahan subur, kita ukur PH nya 6,2 itu layak untuk jagung. Saya yakin bisa produksi 7-8 ton,” katanya.
“Apalagi akan kami pasang aplikasi penyemprotan di usia 23 dan 45 hari. Harapan per batang bisa mengeluarkan 2-3 tongkol,” imbuhnya. (Hus)