
Ketua Komisi A DPRD Kota Jogja, Susanto Dwi Antor menyebut sampah di Kota Jogja merupakan Aglomerasi dari beberapa wilayah di DIY antara lain Kabupaten Sleman dan Bantul. Adapun potensi sampah yang dihasilkan per hari hingga saat ini mencapai 250 ton.
Pihaknya menyampaikan jika saat ini sudah dibentuk tim transisi menuju pemerintahan Kota Jogja yang baru. “Ada beberapa tokoh yang kita ajak, kami catat sudah ada 800 tenaga teknis yang akan dikerahkan untuk bagaimana dalam penanggulangan sampah bisa menjadi fokus utama,” kata Susanto pada Senin (4/2/2025).
Pihaknya menyampaikan pada pemerintahan Kota Jogja yang baru mendatang, sampah menjadi fokus utama, kendati para pelaksana teknis juga memiliki berbagai macam tupoksi seperti pemeliharaan taman.
Meskipun (tenaga teknis) ada tupoksi untuk pemeliharaan taman peduli dari masyarakatnya tidak hanya peduli rumahnya tapi juga lingkungan sekitar dan kawasan.
“Pemerintahan baru ini fokusnya adalah satgas sampah agar nanti bisa memberikan efek jera yang menjadi wajib. Jika ada pelanggaran harus ditindak sebagaimana mestinya,” kata Susanto.
Dengan kemampuan pengolahan sampah Kota Jogja saat ini sejumlah 160 ton perhari disebutnya masih jauh dari harapan.
Susanto menyampaikan terus berupaya untuk memaksimalkan seluruh lokasi pengolahan sampah. Salah satu yang cukup anyar adalah TPS3R yang ada di Giwangan. Lokasi pengolahan ini menjadi penting, namun perlu juga mengukur kapasitas sampah yang bisa ditampung.
Dengan tenaga baru, pihaknya mencoba untuk bisa memaksimalkan potensi yang ada di TPS3R Giwangan. “Kapasitas mesinnya ini kalau penuh berapa ton sambil kita juga melihat SDM kita, kita cari celahnya untuk bisa dimaksimalkan,” ujarnya.
Pihaknya juga berencana menggandeng beberapa tokoh guna berdiskusi secara kewilayahan baik baik dengan tokoh masyarakat maupun dengan pemerhati terkait dengan kondisi sampah di Kota Jogja.(Hus)