PNG

Menyajikan Berita Tepat Akurat Dan Terpercaya

Desember 7, 2025
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Yogyakarta – Tepat hari ini, 27 Mei 2025, genap 19 tahun tragedi gempa bumi dahsyat mengguncang wilayah Bantul dan sekitarnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Bencana yang terjadi pada Sabtu pagi, 27 Mei 2006, masih membekas kuat di ingatan warga, meski fisik wilayah sudah pulih dan berkembang pesat.

Gempa berkekuatan 6,3 magnitudo itu terjadi pukul 05.54 WIB dan hanya berlangsung sekitar 57 detik. Namun dampaknya luar biasa: lebih dari 5.700 orang meninggal dunia, puluhan ribu luka-luka, dan ratusan ribu rumah rusak berat. Bantul menjadi daerah dengan korban jiwa terbanyak.

Kini, hampir dua dekade berlalu, wajah Bantul telah berubah drastis. Infrastruktur dibangun ulang, sekolah dan rumah warga berdiri kokoh, dan berbagai fasilitas publik dibangun dengan standar ketahanan gempa. Namun bagi sebagian warga, terutama penyintas langsung, kenangan 27 Mei tak akan pernah benar-benar hilang.

Seiring waktu, masyarakat DIY kini lebih sadar pentingnya membangun rumah tahan gempa, mengikuti pelatihan simulasi evakuasi, serta menyusun rencana darurat keluarga. Berbagai komunitas relawan juga tumbuh dari pengalaman pahit 2006, menjadikan DIY salah satu wilayah dengan kesiapsiagaan bencana terbaik di Indonesia.

Gempa Bantul mungkin telah berlalu 19 tahun lalu, namun jejaknya masih mengakar kuat di tanah dan jiwa warga Yogyakarta. Kini bukan hanya luka yang dikenang, tapi juga semangat untuk terus belajar, waspada, dan bangkit bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *