PNG

Menyajikan Berita Tepat Akurat Dan Terpercaya

April 30, 2026
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Yogyakarta – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengimbau para pedagang, terutama di kawasan wisata, agar tidak melakukan praktik nuthuk harga atau menaikkan harga secara tidak wajar saat musim liburan.

Imbauan ini merupakan bagian dari komitmen Dinas Pariwisata Yogyakarta dalam program Quick Wins 100 Hari Kerja, yang bertujuan menciptakan pengalaman wisata yang nyaman dan transparan bagi pengunjung.

Strategi Pemkot untuk Cegah Nuthuk

Untuk menekan praktik nuthuk harga, Pemkot Yogyakarta akan menerapkan sejumlah langkah tegas:

Pemasangan Nomor Identifikasi – Setiap warung di sirip jalan Malioboro akan diberi nomor khusus untuk memudahkan identifikasi jika terjadi laporan kenaikan harga tidak wajar.

Penetapan Tarif Jelas – Pedagang diwajibkan mencantumkan daftar harga makanan dan minuman secara terbuka agar wisatawan tidak merasa dirugikan.

Respon Cepat – Jika ada laporan nuthuk, tim Pemkot akan segera turun ke lokasi untuk menindak pedagang yang melanggar aturan.

“Warung-warung kita pasangi tarif di bawah dan diberi nomor hotline. Jadi kalau ada yang nuthuk, tim langsung datang dan pedagang kaget,” ujar Hasto saat diwawancarai di Balai Kota Yogyakarta, Jumat (21/3/2025).

Intel Rahasia untuk Mengawasi Pedagang

Untuk memastikan aturan ini berjalan efektif, Hasto juga menyatakan akan menyiapkan intel yang menyamar sebagai pembeli guna menguji apakah masih ada pedagang yang menaikkan harga seenaknya.

“Jadi jangan coba-coba nuthuk harga!” tegasnya.

Kebijakan ini diharapkan bisa menjaga kepercayaan wisatawan terhadap Yogyakarta sebagai destinasi ramah dan transparan. Pemkot mengajak semua pihak untuk mendukung aturan ini demi kenyamanan bersama.(Hus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *