
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Jogja menyelenggarakan acara buka bersama pada Kamis (13/3/2025) sebagai bentuk berbagi kebahagiaan.
Kegiatan ini berlangsung di Hotel Bistro dan Driving Range, Sinduadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan dukungan dari Jobstreet.
Acara tersebut mengusung tema “Harmoni Ramadan 2025: Tumbuh Bersinergi, Kuat Bersama HIPMI” yang bertujuan untuk mempererat kebersamaan di antara pengusaha muda serta berbagi dengan anak-anak yatim.
Ketua Umum BPC HIPMI Kota Jogja, R. Lucky N.K, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para pengusaha untuk memperkokoh kolaborasi bisnis.
“Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum bagi pelaku bisnis dalam meningkatkan kepedulian sosial,” ujarnya.
“Ramadan adalah bulan penuh berkah dan saat yang tepat untuk memperkuat solidaritas, baik dalam dunia bisnis maupun dalam kehidupan sosial,” tambahnya.
Lucky juga mengungkapkan bahwa HIPMI telah menjalin kerja sama dengan sektor pemerintah, yang perlu diperkuat kembali mengingat kondisi ekonomi yang tengah lesu. “Kami meminta para stokeholder bisa memanfaatkan peluang yang ada di Kota,” jelasnya.
“Kalau tidak bergandengan tangan kembali, target ekonomi yang dicanangkan pemerintah akan sulit tercapai. Oleh karena itu, para anggota kami tertantang untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” lanjutnya.
Selain itu, sinergi dengan BPC lainnya juga dinilai penting untuk memperluas jaringan serta membantu memenuhi kebutuhan di wilayah masing-masing.
Lucky menyebutkan bahwa anggota HIPMI Kota Jogja memiliki latar belakang usaha yang beragam, meliputi sektor kuliner, manufaktur, hingga kontraktor. Saat ini, jumlah pengusaha yang tergabung mencapai 150 orang.
Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan, turut menyampaikan dukungannya terhadap komunitas bisnis yang digerakkan oleh pengusaha muda.
Pemkot berkomitmen untuk membantu pengusaha lokal agar dapat menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Saat ini, sekitar 60 persen pelaku usaha di Kota Jogja berasal dari luar daerah.
“Sekarang kita lihat UKM di Kota Jogja bukan ber-KTP Jogja. Otomatis kita mendorong anggota HIPMI Kota yang berasal dari kota untuk bisa kita bina menjadi tuan rumah di kota sendiri,” katanya.
“Kalau kita lihat di Teras Malioboro, baik di Pasar Sentul atau pasar lain, jumlah pengusaha ber-KTP Kota Jogja masih lebih sedikit. Harapan kami, pengusaha muda berani tampil dan segera mengambil langkah konkret untuk menunjukkan produknya. Saya yakin HIPMI bisa,” imbuh Wawan. (Hadid Husaini)