
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Kidul mempersiapkan lokasi dengan melakukan penataan lokasi penyelenggaraan Sholat Idul Fitri 1446 H di Alun-alun Wonosari
Pada Senin, (10/3/2025) Bupati Gunung Kidul, Endah Subekti Kuntariningsih meninjau kondisi alun-alun Wonosari bersama dengan Sekda, Sri Suhartanta, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Antonius Hary Sukmono, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Rakhmadian Wijayanto.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan seusai digunakan sholat Idul Fitri kemudian dilanjutkan penataan Alun-alun, dengan fokus awal perbaikan drainase.
Endah menyebut jika selama ini permasalah yang terjadi di lokasi tersebut adalah genangan air saat hujan.
“Maka drainase akan kita selesaikan terlebih dahulu, supaya air yang menggenang itu mengalir ke jalan yang benar,” ujar Endah.
Perbaikan yang dilakukan menurutnya tidak bisa dilakukan secara langsung, namun dilakukan secara bertahap. Langkah yang akan dilakukan oleh Pemkab antara lain dengan perbaikan drainase, penyesuaian tiang bendera, dan penataan lainnya.
Pemkab Gunung Kidul saat ini disebutnya tengah memilih lokasi peletakan monumen Adipura. Lokasi yang perlu disiapkan menurut Endah membutuhkan ruang yang lebih.
Pihaknya menyampaikan, jika diperlukan pemangkasan pohon yang rencananya akan ditempatkan di pojok alun-alun.
“Ternyata di area itu ada pohon yang terpaksa harus dikorbankan untuk memasang adipura, kemudian kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk membuat kajiannya tingginya berapa meter, luasnya berapa meter untuk disesuaikan dengan areanya,” jelas Bupati.
Anggaran yang akan dikeluarkan untuk pemeliharaan alun-alun pada tahun ini disebutnya mencapai Rp1 Miliar dan pembangunan Adipura Rp700 juta.
Dan sebagai penutup, Bupati berharap kedepan penataan alun-alun setelah selesai bisa menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat. Dirinya juga berharap terdapat aktivitas edukasi untuk tidak membuang sampah sembarangan.
“Tentu akan kita edukasi tidak membuang sampah sembarangan dalam rangka program Gunungkidul Resik, sehingga kita kembalikan fungsinya, pagi bisa untuk lari, sore mungkin bisa untuk membawa anak-anak kesini,” ucap Endah.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Antonius Hary Sukmono pihaknya diminta secara langsung oleh Bupati untuk menata Alun-alun Wonosari untuk sholat Ied.
Perihal penataan alun-alun, sama halnya dengan yang disampaikan Bupati, Hary menjelaskan nantinya akan berfokus penyelesaian drainase.
“Karena terkait kondisi-kondisi dasar yang ada di alun-alun ini terutama infrastruktur drainase perlu segera kita selesaikan, prioritaskan, kemudian juga terkait dengan tiang bendera akan kita bangun,” katanya.
“Kemudian untuk sekitar pohon beringin juga akan kita rapikan, dan untuk dimulainya kapan, ini sedang kami persiapkan,” terang Hary. (Hus)