PNG

Menyajikan Berita Tepat Akurat Dan Terpercaya

April 24, 2026
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.
Potong pita pembukaan Kampung Ramadhan Jogokariyan (KRJ) 2025, Sabtu (1/3/2025). Foto: Hadidi Husaini

Yogyakarta, Kampung Ramadan Jogokariyan (KRJ) kembali hadir menyambut masyarakat yang ingin berbuka secara gratis. Dalam pembukaan KRJ 2025 ini, berbagai tokoh turut hadir.

Acara tersebut dimulai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo bersama Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan. 

Total ada 3500 porsi akan disajikan setiap sore dengan berbagai menu setiap harinya selama Bulan Ramadan.Di hari pertama, antusiasme cukup terasa dengan ribuan masyarakat yang datang.

Meski pada saat buka sempat diguyur hujan tak menghalangi antusiasme ribuan masyarakat untuk ikut berbuka bersama. 

Panitia KRJ 2025, Muhammad Haidar menyampaikan jika kegiatan tersebut digelar di Bulan Ramadan untuk yang ke 21 tahun dengan tujuan untuk mensyiarkan kepada masyarakat untuk kembali ke masjid.

Pihaknya menyampaikan jika sejumlah tokoh dan publik figur hingga ulama bakal mengisi sejumlah sesi diskusi menjelang berbuka untuk menambah gairah masyarakat berbuka puasa di Masjid Jogokariyan seperti Dokter Tirta, Anies Baswedan, hingga Kunto Aji.

Ia menyampaikan belum mengetahui secara pasti jumlah perputaran uang yang terjadi. “Tapi untuk perkiraan kurang lebih (perputaran uang) mencapai Rp 3 miliar,” katanya saat diwawancarai wartawan pada Sabtu (1/3/2025).

Banyaknya pelaku usaha yang diajak turut mengembangkan ekonomi bagi masyarakat, terutama warga sekitar masjid yang ikut dimakmurkan. 

Total ada 390 pedagang yang mendapatkan tempat untuk berjualan di sepanjang jalan Jogokariyan. “Sepanjang jalan Jogokaryan kita mengadakan pasar sore yang Alhamdulillah pada tahun ini diikuti oleh 390 pedagang,” katanya.  

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo dalam kesempatan tersebut memberikan pujian dalam pelaksanaan KRJ. Ia menilai apa yang telah dilakukan oleh Masjid Jogokariyan perlu dicontoh oleh masjid lainnya dengan tetap memperhatikan masyarakat yang ada di sekitar. 

“Jika biasanya di daerah itu masyarakat diminta untuk memakmurkan masjid tapi ini masjid memakmurkan masyarakat,” katanya.

Hasto yang baru 1 minggu menjabat merasa senang kepada pihak Masjid Jogokariyan yang tetap mengontrol pelaksanaan buka bersama dengan menjaga kebersihan.

“Pemerintah kota mengapresiasi karena Masjid Jogokariyan telah peduli lingkungan dengan menggunakan piring kan tidak disposibel, nanti bisa dipakai lagi karena bukan kemasan,” katanya. 

Hasto juga mencermati apa yang selama ini diseriusi oleh Masjid Jogokariyan untuk menekan kenakalan remaja yang ada di Kota Yogyakarta. (Hus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *