
Polres Bantul melakukan Reka ulang atau adegan rekonstruksi kasus pembunuhan istri berinisial W (33) oleh suami berinisial AP (39) di Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Hal tersebut dilakukan pada Rabu (26/2/2025) di halaman Mapolres Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebanyak 34 adegan dilakukan kembi oleh pelaku AP yang menyebabkan sang istri harus mati di tangannya.
Uniknya pelaku AP menyampaikan jika setelah melakukan aksinya, dirinya langsung meninggalkan korban yang tengah terkapar setelah dipukul dengan linggis peninggalan orang tua nya.
“Setahu saya masih bernapas dan belum keluar darah. Setahu saya masih pingsan, jadi ditinggal pamit ke luar liat orang main voli,” jelasnya.
Setelah melihat voli, AP kembali ke rumah dan mendapati banyak darah keluar dari tubuh W.
Mengetahui kondisi tersebut, pelaku yang panik mengikat dan membungkus jenazah korban dengan jas hujan.
Karena tubuh korban terus mengeluarkan darah, jenazah kemudian ditutupi dan dibungkus oleh pelaku dengan kain berwarna merah dan disimpan di dalam rumah selama tiga hari.
Pelaku yang sudah pisah ranjang selama beberapa tahun tersebut menyampaikan jika korban yang dibungkus mengeluarkan bau selama beberapa hari. Oleh karena itu AP memutuskan menyemprot dengan pewangi pakaian untuk mengurangi bau.
“Karena sudah tiga hari jenazah korban di dalam rumah, itu bau, mau bilang siapa-siapa takut. Akhirnya, dikasih pewangi pakaian. Pewangi pakaiannya cuma dituang di kain pembungkus jenazah korban itu,” ungkap tersangka.
AP mengatakan bahwa kekerasan yang berujung hilangnya nyawa sang istri dilakukan karena spontan setelah bersitegang. Hal itu dikarenakan sang istri bersikukuh ingin mengakhiri pernikahan dengan AP.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry menyampaikan jika dalam pelaksanaan rekonstruksi saksi-saksi turut dihadirkan untuk memperjelas jalannya rekonstruksi.
“Rekonstruksi kami adakan di halaman Mapolres Bantul untuk keamanan dan kelancaran. Tersangka AP kami hadirkan dalam rekonstruksi, sementara untuk korban menggunakan peran pengganti boneka,” ucap Jeffry. (Hus)