PNG

Menyajikan Berita Tepat Akurat Dan Terpercaya

Mei 5, 2026
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Beberapa sekolah di Kota Jogja telah memulai program Makan Bergizi Gratis pada Senin (17/2/2025). 

Salah satunya ada di SMKN 4 Yogyakarta, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang sudah mendapatkan jatah distribusi pertama kali.

Para siswa mulai menyantap makanan pada jam istirahat pukul 09.20 WIB. Mekanisme untuk menggunakan jam istirahat tersebut akan selalu dilakukan yang setiap minggunya akan berjalan hingga hari Jumat.

Kepala Sekolah SMKN 4 Jogja, Nurlatifah Hidayati menyampaikan jika dalam kesempatan tersebut tidak ada kendala dalam pembagian makananan, baik dari distribusi hingga menu yang disajikan.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar, tidak ada yang kurang, semua lengkap ada 640 box yang diberikan kepada anak-anak,” katanya saat diwawancarai wartawan. 

Ia menuturkan berdasarkan testimoni para siswa, menu yang disediakan cukup lengkap. Kendati begitu ia berharap untuk menu berikutnya yang disajikan bisa lebih bervariatif. 

Nur menyampaikan, pihak sekolah sebelumnya juga telah memberikan imbauan kepada para siswa agar tidak perlu sarapan di rumah karena sudah disediakan makan di sekolah. 

Untuk tahap pertama ini, ia menyampaikan jika tidak semua kelas mendapatkan jatah MBG masih mengikuti kunjungan industri dan praktek kerja lapangan (PKL).

“640 box itu ada di 18 kelas, minggu ini baru kelas 10, kelas 11 masih kunjungan industri di Bali selama 1 minggu. Minggu depan kemungkinan sudah lengkap untuk kelas 10 dan 11, karena kelas 12 PKL 6 bulan, berarti tidak mendapatkan manfaat,” katanya. 

Dengan adanya MBG, sekolah disebutnya juga berupaya membentuk kedisiplinan bagi siswa dengan tertib dengan menggunakan nampan untuk wadah, dan dikembalikan jika sudah selesai. 

“Kalau aturan tertulis itu belum ada cuma kan mengkondisikan di sekolah supaya anak tertib dan disiplin, ini kami yang membuat aturan aturan bagi siswa untuk mengembalikan (nampan) sesuai jumlah yang diambil,” katanya 

“Ini aturan murni dari sekolah buat pembelajaran anak anak, agar disiplin, kalau tidak diatur nanti akan menjadi tidak tertib dan sembarangan menaruhnya,” katanya. (Hadid Husaini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *