PNG

Menyajikan Berita Tepat Akurat Dan Terpercaya

Mei 5, 2026
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Sebagai upaya untuk membantu pelestarian budaya Jawa, Hotel Loman menggelar Sasana Jemparingan yang diikuti puluhan peserta bersama beberapa Paguyuban yang masih aktif di Jogja pada Minggu (9/2/2025).

Nampak para peserta yang hadir sangat antusias dengan mengenakan pakaian tradisional jawa.
Jika dahulu olahraga panahan tradisional ini hanya ada di lingkungan Keraton Jogja, Jemparingan kini bisa dinikmati oleh siapapun.

“Latar belakang adanya Sasana Jemparingan ini benar-benar untuk melestarikan budaya khususnya karena ini aset lokal wisdom Jogja,”kata General Manager Loman Hotel, Handono S. Putro di Garden area Hotel Loman, Gejayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“(Jemparingan) waktu itu dicetuskan dan dijalankan oleh  Sri Sultan HB I, kemudian menjadi kegiatan di dalam Keraton dan keluarga hingga prajurit. Sekarang bisa keluar ke masyarakat. Jadi kita nyengkuyung niat baik ini semoga bisa menjadi lestari,” katanya.

Ia menyampaikan merangkul beberapa paguyuban dan memberikan fasilitas untuk kegiatan ini agar ke depan bisa terus berlanjut. Handono juga menyampaikan akan mempromosikan kegiatan Jemparingan kepada para tamu hotel.

“Saya akan promosikan kepada tamu kami di Hotel untuk turut serta dalam program ini bisa mengikat dan bercerita khalayak umum secara  luas dan jika ke Jogja nanti kalau bisa berkunjung ke Loman,” sebutnya.

Pihaknya juga berusaha agar kegiatan tersebut ke depan bisa dilombakan. Hal tersebut akan digagasnya bersama dengan para penggerak yang ada di Paguyuban.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman, Kus Endarto menyampaikan jika pihaknya selalu mendorong agar kegiatan pariwisata memiliki unsur budayanya. Oleh karena itu, pihaknya turut senang dengan adanya Sasana Jemparingan yang dihelat oleh Hotel Loman.

Berbagai kampus yang tersebar di Jogja, sebagian besar berada di Kabupaten Sleman. Menurutnya hal tersebut yang kedepan bisa dimanfaatkan agar upaya untuk melestarikan jemparingan bisa diikuti oleh para mahasiswa yang menjalani studinya, serta meningkatkan target pariwisata.

Pihaknya juga menyampaikan jika jemparingan bisa menjadi kegiatan yang ramah bagi para mahasiswa asing yang ingin belajar.

“Di Jogja banyak mahasiswa asingnya  kalau harus jemparingan panas-panasan, takut nggak bisa sambil berenang atau staycation. kenapa tidak kita melakukan Jemparingan sambil menikmati makananya,” katanya.

Dinas Pariwisata Sleman juga memiliki target untuk menambah length of stay (LOS). Dengan adanya kegiatan jemparingan di hotel, ia berharap hal tersebut bisa ditingkatkan. (Hadid Husaini).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *